Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Jabar: Pembukaan Bandara Husein Harus Diiringi Branding Pariwisata yang Kuat

KLIKNUSAE.com – Ketua PHRI Jabar Dodi Ahmad Sofiandi, menyambut baik dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi kabar positif bagi pelaku industri pariwisata. Termasuk sektor perhotelan dan restoran yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan. Namun, Dodi mengingatkan bahwa pengoperasian kembali Bandara Husein tidak akan memberikan dampak signifikan. Utamanya, apabila tidak dibarengi dengan strategi branding dan promosi pariwisata yang terencana. Setelah cukup lama tidak melayani penerbangan komersial secara optimal, Bandung membutuhkan upaya yang lebih besar untuk kembali menarik wisatawan. “Kalau bagi kami, promosi dan lainnya sudah dilakukan tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Hampir setiap saat melakukan promosi melalui media sosial dan berbagai kanal lainnya,” kata Dodi saat dihubungi Nusae, Senin, 1 Juni 2026. Menurut dia, saat ini yang dibutuhkan bukan hanya pembukaan akses transportasi udara, melainkan juga komitmen kuat dari pemerintah daerah. Yakni, untuk turut bergerak memasarkan destinasi wisata di Bandung dan Jawa Barat. Selama ini, kata dia, sektor swasta telah menggelontorkan berbagai upaya promosi guna menjaga arus kunjungan wisatawan. “Tidak bisa hanya mengandalkan sektor swasta seperti kami. Harus berjalan bersama-sama. Industri sudah jorjoran berpromosi, pemerintah daerah juga harus menyiapkan anggaran promosi yang proporsional,” ujarnya. Dodi menilai pemerintah dapat memperkuat promosi melalui penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional. Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan insentif bagi penumpang maskapai yang mendarat di Bandara Husein sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan. Ia mencontohkan sejumlah negara di Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, yang secara konsisten menyiapkan anggaran besar untuk membangun citra destinasi. Termasuk, dalam memperkuat sektor pariwisata melalui berbagai kampanye pemasaran. Okupansi Hotel Mulai Meningkat Di tengah upaya pemulihan sektor pariwisata, Dodi mengungkapkan tingkat okupansi hotel di Bandung selama libur panjang Mei 2026 menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Meski belum merata di seluruh wilayah, keterisian kamar mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Untuk hotel-hotel yang berada di kawasan Ring 1, seperti Braga, Jalan Asia Afrika, dan Sudirman, tingkat okupansi mencapai 70 hingga 100 persen. Sementara itu, kawasan Ring 2 yang meliputi Dago, Pasteur, dan sekitarnya mencatat keterisian kamar sekitar 70 hingga 80 persen. Adapun hotel di Ring 3, seperti kawasan Jalan Setiabudi dan Jalan Soekarno-Hatta, membukukan okupansi di kisaran 65 hingga 70 persen. “Untuk okupansi atau keterisian kamar hotel pada libur panjang Mei lalu cukup menggembirakan. Ada peningkatan, meski belum merata untuk semua hotel,” kata Dodi. Menurut dia, capaian tersebut lebih baik dibandingkan April 2026, ketika rata-rata okupansi hotel masih berada di kisaran 60 persen. Karena itu, Dodi berharap momentum dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Ini yang saya sampaikan ketika berdialog di Kompas TV dan PRFM tadi. Kita sudah saatnya bergerak cepat dan tempat agar pariwisata Jabar bangkit kembali,” tegasnya. Paling tidak, untuk mengembalikan gairah pariwisata Bandung dan Jawa Barat. Dengan dukungan promosi yang kuat dan sinergi antara pemerintah serta pelaku industri, pembukaan bandara tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata. Melainkan menjadi pintu masuk kebangkitan sektor pariwisata daerah. ***