Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

PHRI Dorong Kesiapan Rute Alternatif Wisata Pesisir Pandeglang

Wisata 01 Jun 2026 17:13 WIB  Banten Editor - Nasrudin Jahari Kondisi Jalur Kawasan Wisata Carita - Cilegon di Kecamatan Carita, Pandeglang (Foto: RRI/Ridwan Maulana) RRI.CO.ID, Pandeglang – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang meminta pemerintah daerah mengoptimalkan perawatan rute alternatif menyusul belum maksimalnya serapan wisatawan dari pembukaan Tol Serang-Panimbang seksi Cileles. Pembenahan rambu penunjuk arah dan lampu penerangan jalan mendesak dilakukan agar jalur wisata di Ujung pulau Jawa tersebut layak dilalui pelancong.Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengungkapkan serapan kunjungan ke pesisir Pandeglang dari pintu keluar tol Cileles saat ini masih di bawah angka 50 persen. Mayoritas pengguna jalan tol yang tercatat mencapai 18.000 kendaraan tersebut justru lebih banyak mengarah ke destinasi wisata Sawarna di Kabupaten Lebak. Ia menilai kondisi ini dipicu oleh masih minimnya opsi jalur arteri yang nyaman dan minimnya informasi rute bagi pengendara luar kota. "Kemarin ada dampaknya, tapi kalau dihitung dari 18.000 pengguna, kita tidak sampai 50 persennya. Mungkin lebih dari 50 persen masuk ke arah wisata Sawarna Lebak, tapi tetap ada yang lewat Cileles, Picung, Bojong, Panimbang." ujar Widiasmanto, Senin 1 Juni 2026.Menurut Widiasmanto Pihak PHRI secara mandiri telah berinisiatif memasang beberapa papan petunjuk arah di titik krusial wilayah Cileles, Picung, hingga Bojong. Langkah swadaya ini dilakukan guna memberikan alternatif pilihan rute saat aplikasi navigasi digital menunjukkan indikator kemacetan parah di pusat Kota Pandeglang.Beberapa rute alternatif yang sudah eksis seperti Mengger - Mandalawangi dinilai Widiasmanto memiliki potensi besar namun membutuhkan pemeliharaan berkala secara serius. Selain itu, koridor alternatif lainnya seperti jalur Bangangah (Pulosari) menuju Menes serta jalur Ciomas juga memerlukan sosialisasi masif kepada publik. Infrastruktur di sepanjang rute pelarian tersebut disebutnya harus dipersiapkan dengan matang agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan. "Mengger-Mandalawangi ini sebenarnya sudah salah satu alternatif bagus, cuma tinggal nanti perawatan sekitar, penerangan, petunjuk arah itu yang harus dijaga. Dari Bangangah ke Menes sebenarnya juga ada alternatif, mestinya harus disosialisasi tapi kondisinya juga harus dipersiapkan." katanya.Ia menegaskan ketersediaan infrastruktur pendukung yang prima menjadi tulang punggung utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata daerah yang berdaya saing tinggi. Pembangunan jalan utama yang masif disebutnya harus diimbangi dengan kesiapan jalur-jalur penyebaran yang mengarah langsung ke titik-titik destinasi wisata. Kenyamanan akses jalan arteri menjadi faktor penentu yang membuat wisatawan tidak kapok untuk kembali berkunjung. Widiasmanto menambahkan bahwa konsep pengembangan akses pariwisata harus meniru konektivitas jalan tol di kawasan Pantura dan jalur selatan Jawa. Jalur utama yang kuat perlu ditopang oleh kesiapan rantai pasok fasilitas di sekitarnya termasuk keberadaan pusat perbelanjaan modern skala kecil. Kehadiran fasilitas toilet dan tempat beristirahat yang memadai di rubrik rute alternatif dikatakannya terbukti efektif meningkatkan durasi kunjungan wisatawan. Berita Terbaru Memuat berita terbaru.....