CIANJUR,CIANJUREKSPRES.DISWAY.ID - Sejumlah hotel di Kabupaten Cianjur mengeluhkan kenaikan biaya operasional, akibat dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Para pengelola dan pemilik hotel pun terpaksa melakukan efisiensi. Humas Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Rizal mengatakan, pengelola hotel yang tergabung di BPC PHRI Cianjur saat ini tengah mengeluhkan kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional. "Semenjak nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah, anggota kami mengeluhkan dengan harga bahan baku dan biaya operasional hotel terus mengalami kenaikan," katanya, Rabu 3 Mei 2026. Akibat kenaikan biaya operasional tersebut lanjut dia, para pengelola hotel terpaksa melakukan efisiensi, dan menjaga harga kamar hotel tetap kompetitif serta tidak memberatkan pelanggan. BACA JUGA:Tingkat Hunian Hotel di Cianjur Meningkat Saat Libur Panjang, Capai 58 Persen BACA JUGA:Hunian Hotel Libur Lebaran 2026 di Cianjur Capai 69 Persen "Saat ini hotel-hotel di Cianjur masih berusaha menjaga harga kamar tetap kompetitif agar tidak memberatkan tamu. Jadi sebagian besar pelaku usaha lebih memilih melakukan efisiensi operasional dibanding langsung menaikkan tarif," ujar Rizal. Dia mengatakan, meski tengah memberlakukan efisiensi, para pengelola hotel di Kabupaten Cianjur tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan karyawannya. "Efisiensi yang dilakukan bukan mengurangi pelayanan, tetapi lebih pada pengendalian biaya operasional seperti listrik, air, pengadaan bahan baku yang lebih terukur," tukasnya.(Cr2 )