Jumat 19-06-2026,07:00 WIB RUWAT BUMI - Ribuan orang berebut gunungan yang berisi sayuran, buah-buahan dan palawija saat Ruwat Bumi Guci Kabupaten Tegal 2026.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup- Kondisi sulit tersebut sempat memaksa sejumlah pengelola hotel menghentikan operasional sementara. Namun, memasuki periode Juni 2026, peta pergerakan wisatawan berubah drastis. BACA JUGA:Guci Tegal Tetap Jadi Tujuan Favorit Libur Lebaran BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Polres Tegal Jaga Kondusivitas Kawasan Objek Wisata Guci "Memasuki bulan Juni mulai bangkit lagi. Saat ini sudah bisa dibilang normal. Hotel-hotel yang sempat tutup sudah mulai buka kembali. Bahkan pada akhir pekan kemarin banyak hotel penuh (fully booked)," terang Asmungi. Menurut analisisnya, proses pemulihan sektor akomodasi ini membutuhkan waktu sekitar lima bulan agar okupansi kembali mendekati masa kejayaan sebelum bencana. Faktor paling krusial yang mendorong kebangkitan cepat ini adalah normalnya kembali aliran air panas alami yang menjadi magnet utama wisata Guci Tegal. "Fasilitas air panas di hotel juga sudah siap dan normal kembali. Guci sudah aman dan asyik untuk dikunjungi," tegasnya. BACA JUGA:Polres Tegal Alihkan Bus Besar Jalur Guci, Antisipasi Risiko Jalur Clirit BACA JUGA:Sigap Tanpa Batas, Polres Tegal Bantu Urai Kemacetan di Tanjakan Guci Strategi B2B dan Promosi Masif PHRI Kabupaten Tegal Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tegal, Elizabeth Ratih Dewi, membenarkan tren positif kebangkitan ekonomi pariwisata daerah ini. Berdasarkan data PHRI, lebih dari 100 hotel dan penginapan yang menjadi anggota mulai mencatat grafik peningkatan jumlah tamu menginap (occupancy rate) setelah berbagai fasilitas pendukung pulih total. "Semua kondisinya hampir rata mulai mengalami peningkatan jumlah tamu menginap. Harapannya tentu kondisi bisa semakin baik lagi, mengingat air panas alami juga sudah bisa dinikmati tamu termasuk di penginapan kawasan Guci," papar Elizabeth. Elizabeth menjelaskan bahwa strategi pemulihan citra pariwisata tidak hanya bertumpu pada perbaikan infrastruktur fisik, melainkan juga melalui strategi promosi regional (GEO-targeting) yang agresif. BACA JUGA:Akses Menuju Kawasan Objek Wisata Guci Mulai Dapat Dilalui Wisatawan Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News Sumber: