Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Okupansi Hotel di Malang Ditargetkan Tembus 80 Persen saat Libur Panjang Sekolah

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama momen libur sekolah tahun 2026, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang telah menargetkan tingkat okupansi hotel mencapai 80 persen. Optimisme itu didorong meningkatnya pergerakan wisatawan selama libur sekolah, terutama pada akhir pekan.  Diketahui, target tersebut meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran 70 persen. Semua itu juga turut didukung, pelaku usaha perhotelan yang juga telah menyiapkan berbagai program untuk menarik wisatawan keluarga.  "Target kami saat libur sekolah ini bisa mencapai okupansi 80 persen. Tahun lalu sekitar 70 persen. Biasanya peningkatan paling terasa saat Jumat, Sabtu, dan Minggu karena orangtua baru mulai libur bersama anak-anak," jelas Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoek, Senin (29/06/2026). Sementara itu, berdasarkan hasil dari analisa, rata-rata okupansi hotel di Kota Malang sepanjang Juni telah berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Bahkan, sejumlah hotel yang berlokasi dekat kawasan wisata mencatatkan tingkat hunian penuh pada hari-hari tertentu. Sehingga, untuk mendukung target tersebut, hotel-hotel di Kota Malang telah mengoptimalkan fasilitas akomodasi dan menyiapkan berbagai paket wisata maupun kegiatan keluarga.  "Ada yang penuh, terutama hotel-hotel yang dekat dengan destinasi wisata. Kota Malang ini punya wisata tematik dan edukatif. Ada kawasan Kajoetangan Heritage yang cocok untuk anak-anak. Kalau tidak, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan ke Batu," ucapnya. Ia juga berharap Kota Malang terus menjadi tujuan event pemerintah pusat, sebab menurut Agoes, agenda tersebut diyakini dapat mendulang okupansi tingkat hunian hotel. Tak hanya itu, PHRI Kota Malang bersama pelaku usaha juga menyiapkan penyelenggaraan Tong Tong Market pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Pihaknya juga berharap pemerintah dapat menertibkan tempat akomodasi yang beroperasi tanpa izin, seperti rumah kos yang disewakan untuk wisatawan. Menurut dia, keberadaan akomodasi ilegal dapat mempengaruhi persaingan usaha perhotelan. ml-01/dsy Editor : Redaksi Berita Terbaru Silpa Rp154 Miliar, Pemkot Madiun Diminta Benahi Perencanaan Anggaran Selasa, 30 Jun 2026 07:54 WIB Selasa, 30 Jun 2026 07:54 WIB ‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun 2025 yang menembus Rp154 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Besarnya dana Sil… 30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB   SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota … Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan… Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak… Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim… PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB "Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…