Sleman tawarkan pengalaman berwisata lengkap ke pasar nasional Senin, 29 Juni 2026 23:02 WIB Kegiatan "Table Top & Travel Dialogue" Kabupaten Sleman 2026 yang mempertemukan pelaku usaha wisata Sleman dengan puluhan "buyer" potensial dari Jakarta dan sekitarnya di Blue Sky Hotel Petamburan, Jakarta pada Rabu (24/6/2026). ANTARA/HO-PHRI Sleman Sleman (ANTARA) - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat langkah untuk menjadi salah satu magnet utama pariwisata nasional melalui penguatan jejaring bisnis dan kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan di tingkat nasional."Tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya, Sleman kini mendorong sektor pariwisatanya agar semakin kompetitif melalui penguatan jejaring bisnis dan kolaborasi dengan pelaku industri perjalanan nasional," kata Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Sleman Andhu Pakerti di Sleman, Senin.Menurut dia, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan "Table Top & Travel Dialogue" Kabupaten Sleman 2026 yang mempertemukan pelaku usaha wisata Sleman dengan puluhan "buyer" potensial dari Jakarta dan sekitarnya."Kegiatan digelar di Blue Sky Hotel Petamburan, Jakarta pada Rabu (24/6/2026)," katanya.Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai produk wisata unggulan Sleman sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor perjalanan wisata, MICE, "corporate event", hingga wisata berbasis pengalaman."Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 28 'seller' dan 95 'buyer' terlibat dalam agenda 'business matching'. Pertemuan ini dirancang agar pelaku industri wisata Sleman dapat langsung berinteraksi dengan calon mitra bisnis secara lebih efektif," katanya.Andhu yang juga sekaligus Ketua Panitia Table Top & Travel Dialogue Kabupaten Sleman 2026 mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperluas pasar wisata Sleman."Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan 'seller' dengan 'buyer' agar tercipta peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan," katanya.Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua Umum Bidang Destinasi Wisata BPP PHRI Krishnadi Kartawidjaja yang hadir dalam forum tersebut.Selama ini, kata dia, Sleman dikenal sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Yogyakarta, namun melalui forum bisnis ini, Sleman ingin memperluas persepsi pasar bahwa Sleman memiliki potensi lebih besar dari sekadar destinasi rekreasi."Sleman menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, kuliner, akomodasi, hingga fasilitas pendukung kegiatan bisnis," katanya.Pada kegiatan tersebut berbagai produk unggulan diperkenalkan kepada "buyer", mulai dari hotel, resort, venue pertemuan, destinasi petualangan, wisata edukasi, hingga pengalaman khas Yogyakarta."Sejumlah daya tarik seperti Taman Tebing Breksi Piroklastik, wisata jeep kawasan Merapi, destinasi heritage, serta kuliner khas seperti gudeg dan bakpia menjadi bagian dari paket pengalaman wisata yang ditawarkan," katanya.Menurut Andhu, kekuatan Sleman terletak pada keberagaman produk yang mampu menjawab kebutuhan berbagai segmen wisatawan."Sleman tidak hanya siap menerima wisatawan leisure, tetapi juga memiliki potensi besar untuk kegiatan bisnis, pemerintahan, pendidikan, dan komunitas," katanya. Pewarta : Editor: Nur Istibsaroh COPYRIGHT © ANTARA 2026