TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Usia 59 tahun tak menghalangi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, menantang lintasan marathon internasional. Anggiat berhasil menyelesaikan TCS Sydney Marathon 2026 sejauh 42,40 kilometer di Sydney, Australia, Minggu (30/8/2026). Di tengah suhu udara yang mencapai sekitar 9 derajat Celcius, Anggiat mampu mencapai garis finis dengan catatan waktu 5 jam 32 menit. Ia mencatat pace rata-rata 7 menit 51 detik per kilometer. Bagi Anggiat yang juga menjabat sebagai General Manager Hotel Claro Makassar, capaian tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan alasan untuk berhenti menjaga kebugaran dan menantang kemampuan diri. Melalui status WhatsApp pribadinya, Anggiat mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil menuntaskan seluruh lintasan marathon. “Puji syukur, clear dan tuntas. Finish strong marathon,” tulis Anggiat. Ia juga menyinggung faktor usia yang menjadi salah satu motivasi dalam mengikuti lomba tersebut. “Ketika semangat mengalahkan usia. Usia 59 tahun masih bisa finish strong Sydney Marathon 42.2K,” tulisnya. Anggiat memang bukan pendatang baru di dunia lari. Ia dikenal rutin mengikuti sejumlah event marathon, baik yang digelar di dalam negeri maupun luar negeri. Bagi dirinya, aktivitas lari tidak hanya berkaitan dengan olahraga. Lari menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran, membangun kedisiplinan, sekaligus melatih ketahanan mental. Sydney Marathon sendiri menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pelari. Peserta harus menempuh lintasan yang melewati sejumlah ikon Kota Sydney, termasuk Sydney Harbour Bridge, sebelum mengakhiri lomba di sekitar Sydney Opera House. Di ajang tersebut, Anggiat harus bersaing dengan puluhan ribu pelari dari berbagai negara. Keberhasilannya menyelesaikan marathon penuh menjadi pencapaian tersendiri, terlebih dilakukan pada usia yang telah memasuki 59 tahun. Sementara itu, pada kategori elite putra, pelari Ethiopia Addisu Gobena menjadi salah satu sorotan setelah mencatatkan rekor lintasan. Gobena yang berusia 21 tahun mencatat waktu 2 jam 4 menit 42 detik. Hasil tersebut sekaligus menjadi gelar pertamanya di ajang World Marathon Majors (WMM). Pada nomor putri, pelari Kenya Peres Jepchirchir keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 2 jam 18 menit 31 detik.