Perbaikan Data
Perbaikan Data khusus anggota
Klik Di Sini

Wisata Banten Tetap Bergeliat, PHRI Perkuat Komunikasi soal Erupsi Gunung Anak Krakatau

Serang, Bantentv.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda turut menjadi perhatian pelaku pariwisata di kawasan pesisir Banten. Meski demikian, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten menilai aktivitas wisata masih berjalan dengan dukungan mitigasi dan komunikasi yang dilakukan pemerintah bersama lembaga terkait. Kondisi pariwisata Banten di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau disebut masih cukup positif. Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Provinsi Banten GS Ashok Kumar mengatakan tingkat hunian hotel pada akhir pekan masih berada di kisaran 80 persen, bahkan sejumlah hotel mencatat okupansi hingga 100 persen. Menurut Ashok, erupsi Gunung Anak Krakatau memang berdampak terhadap sebagian wisatawan. Beberapa tamu yang sebelumnya telah datang sejak Jumat memilih membatalkan rencana menginap atau mempercepat waktu kepulangan setelah merasakan getaran dan mendengar informasi mengenai aktivitas gunung. “Weekend kemarin tingkat hunian masih sekitar 80 persen, bahkan ada yang 100 persen. Memang ada juga hotel yang tamunya sudah datang hari Jumat, tetapi kemudian membatalkan dan check out lebih awal setelah ada getaran dan sebagainya,” ujar Ashok, kepada Bantentv.com melalui WhatsApp, Senin 7 September 2026. Baca Juga: Bank Banten Perkuat Kolaborasi dengan PHRI, Dorong Industri Hospitality Meski terdapat kekhawatiran dari sebagian wisatawan, PHRI Banten melihat kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan geliat pariwisata. Menurut Ashok, industri pariwisata harus terus melakukan pemulihan agar pertumbuhan sektor tersebut tetap berkesinambungan. “Kita percaya penuh pariwisata akan terus berkembang. Dari sudut pandang PHRI, bagaimana kita harus tetap melakukan recovery agar pariwisata ini terus berkembang dan berkesinambungan,” katanya. Ashok menilai upaya menjaga kepercayaan wisatawan harus dilakukan melalui komunikasi yang intensif. Informasi mengenai kondisi kawasan wisata, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga langkah mitigasi perlu disampaikan secara akurat agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru. “Intens komunikasi ini bagaimana untuk tetap memberikan kenyamanan dan keamanan kepada kunjungan wisata, dan juga terhadap pegawai serta masyarakat sekitar,” tuturnya. Menurutnya, perhatian terhadap kawasan wisata tidak hanya menyangkut wisatawan dan pelaku usaha. Di sekitar kawasan pantai juga terdapat masyarakat yang aktivitas dan kehidupannya perlu mendapat perhatian dalam setiap langkah mitigasi. “Bukan saja pariwisata yang ditonjolkan, karena di sekitar wisata itu juga ada masyarakat,” ujar Ashok. PHRI Banten juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI yang terus melakukan pemantauan serta memberikan edukasi kepada masyarakat, pelaku pariwisata, dan wisatawan. Ashok mengatakan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan informasi yang diterima wisatawan benar-benar berasal dari sumber yang dapat dipercaya. “Kami mengapresiasi pemerintah daerah, kepolisian dan TNI yang selalu memberikan rasa aman dan mengedukasi masyarakat, pelaku pariwisata, maupun wisatawan,” katanya. Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih dipantau, PHRI Banten memastikan pelaku usaha pariwisata akan terus berupaya menjaga keberlangsungan sektor wisata. Baca Juga: Erupsi GAK Perpanjang Penutupan 8 Bandara, Calon Penumpang Dapat Fasilitas Tambahan Mitigasi dan penyampaian informasi yang tepat diharapkan dapat menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. PHRI Banten berharap sinergi seluruh pihak dapat membuat aktivitas pariwisata tetap berjalan secara aman, sekaligus menjaga momentum pemulihan industri pariwisata di Banten. Editor AF Setiawan