KLIKNUSAE.com – Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi mengapresiasi kekompakan pengurus PHRI di wilayah Korwil V Priangan Timur. Ia menyebut soliditas tersebut dapat menjadi contoh kolaborasi pariwisata bagi daerah lain di Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan Dodi dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) V PHRI Jawa Barat yang mempertemukan BPC PHRI dari lima daerah. Para BPC PHRI tersebut yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran. Menurut Dodi, Rakorwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum penting untuk menyatukan langkah pelaku industri pariwisata. Utamanya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor hotel dan restoran. “Rakorwil ini adalah forum vital konsolidasi organisasi. Saya berharap dari Garut ini lahir blueprint kolaborasi pariwisata Priangan Timur yang bisa kita bawa ke tingkat provinsi,” kata Dodi. Ia menekankan kolaborasi harus dibangun dengan melibatkan seluruh unsur dalam ekosistem pariwisata. Pemerintah daerah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media perlu bergerak dalam arah yang sama. “Kuncinya adalah kolaborasi pentahelix: pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media harus satu frekuensi,” ujarnya. Dodi menilai kekompakan Korwil V Priangan dapat menjadi modal penting untuk membangun destinasi yang lebih terintegrasi. Alih-alih berjalan sendiri-sendiri, lima daerah di kawasan Priangan Timur dapat mengembangkan agenda pariwisata secara bersama. Disaksikan Wakil Bupati Garut Putri Karlina (kiri), Ketua BPC PHRI Garut H Ato Hermanto menandatangi MoU dengan Pemda Garut. (Foto: Kliknusae.com/Adhi) Tak Lagi Berjualan Sendiri-sendiri Sementara itu Ketua BPC PHRI Kabupaten Garut H Ato Hermanto selaku tuan rumah Rakorwil mengatakan penunjukan Garut menjadi momentum untuk menyatukan persepsi. Khususnya, di tengah tekanan efisiensi anggaran dan tren penurunan okupansi hotel. Menurut Ato, tema pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing harus diterjemahkan ke dalam program konkret. Salah satunya dengan menyusun standar pelayanan, kalender event, hingga strategi promosi bersama untuk seluruh kawasan Priangan Timur. “Tema berkelanjutan dan berdaya saing ini bukan jargon. Kita ingin Priangan Timur punya satu standar pelayanan, satu kalender event, dan satu promosi bersama,” kata Ato. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi ego kewilayahan dalam mengembangkan pasar pariwisata. “Tidak ada lagi ego wilayah. Kita jualan Priangan Timur sebagai satu destinasi,” ujarnya. Konsep tersebut, menurut Ato, memungkinkan wisatawan mendapatkan pengalaman perjalanan lintas daerah tanpa melihat batas administratif. Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran dapat dipasarkan sebagai rangkaian destinasi yang saling melengkapi. Wakil Bupati Garut Karlina Putri memberikan ajungan jempol kepada Ketua BPD PHRI Jawa Barat Dodi Ahmad Sofiandi. (Foto: Kliknusae.com/Adhi) PHRI dan Penguatan PAD Ato, yang baru dilantik sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Garut periode 2026-2031, juga menekankan posisi PHRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontribusi sektor hotel dan restoran terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Garut. Ia menyebut sektor hotel dan restoran merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar ketiga di Kabupaten Garut. Karena itu, penguatan industri pariwisata tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kunjungan wisatawan. Tetapi juga berdampak terhadap penerimaan daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat. “PHRI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Industri hotel dan restoran memiliki kontribusi penting terhadap PAD, sehingga pengembangannya harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Ato. Sedangkan Rakorwil V PHRI Jawa Barat tersebut dihadiri BPC PHRI dari wilayah Priangan Timur. Meliputi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Sementara kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Garut Putri Karlina. ***